Pengendalian Penyakit Budidaya Bebek untuk Pemula di Belitang OKU Timur


1.    Pengendalian Penyakit
Pengendalian Penyakit Budidaya Bebek untuk Pemula di Belitang OKU Timur Pada saat bebek atau bebek sakit, biasanya akan menunjukkan karakteristik seperti kehilangan nafsu makan, kebisingan, gerakan lambat atau pasif. Berikut beberapa penyakit yang mungkin muncul dan perawatan yang bisa Anda lakukan:

a.     Buang Air Besar Kapur
Penyebab: Bakteri Salmonella Pullorum. Tanda: Kotoran putih, lengket seperti pasta.
Pencegahan: Kebersihan kandang, makanan, minuman, vaksinasi, dan bebek yang sakit dipisahkan.
b.    Penyakit Cacing
Penyebab: Berbagai jenis cacing.
Tanda: Nafsu makan buruk, kadang diare, kusam, bulu tipis, dan penurunan produksi telur. Pencegahan: Kandang harus bersih, kering, tidak lembab, makanan dan minuman harus bersih dan kandang sanitasi.
c.     Lumpuh
Penyebab: Kekurangan vitamin B.
Tanda: Kaki bengkak di persendian, pincang dan lumpuh, tampak mengantuk, terkadang air mata berlebihan.
Pencegahan: Pemberian sayuran / hijauan dalam bentuk segar setiap hari.

2.    Perkawinan
Setelah memasuki usia 20 minggu, biasanya, bebek akan siap dikawinkan. Sistem perkawinan dikenal dari dua jenis yaitu bebek hand mating dengan bantuan tangan manusia dan kawin alam (perkawinan bebek alami).

3.    Panen
Setelah proses itik betina dibuahi, itik akan bertelur. Bebek dapat bertelur 200-250 telur per tahun. Waktu yang tepat untuk panen adalah 06.00 - 07.00. Wadah telur berupa keranjang atau wadah lain yang cekung. Telur harus segera dipasarkan. Untuk meningkatkan nilai tambah, telur dapat diasinkan terlebih dahulu untuk dijual sebagai telur asin. Telur sebaiknya tidak disimpan selama lebih dari lima hari.

4.    Pasca Panen
Hasil akhir seekor bebek adalah:
a.     Telur bebek
b.    Telur asin, telur rebus, dll.
c.     Daging bebek
d.    Bebek dapat diolah menjadi bebek panggang dll.
e.     Bulu bisa diolah menjadi kerajinan tangan
f.      Kotoran bebek bisa menjadi pupuk.

5.    Kiat Bebek Pasca Panen
Untuk menjaga telur bebek tahan lama, karena biasanya telur yang tidak diberi perlakuan khusus hanya bisa bertahan 2 minggu. Karena itu telur harus 'diawetkan', yaitu dengan:

Cara pertama adalah menggunakan air hangat. Pengawetan dengan air hangat adalah pengawetan telur bebek paling sederhana. Dengan cara ini, telur bisa bertahan selama 20 hari.

Selain air hangat, Anda juga bisa menggunakan daun jambu biji. Merendam telur dengan daun jambu biji dapat menjaga kualitas telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang sudah direndam akan berubah kecoklatan seperti telur rebus. Minyak kelapa juga bisa digunakan untuk mengawetkan telur. Pelestarian ini adalah pelestarian praktis. Dengan cara ini, warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.

Pelestarian telur itik adalah dengan menggunakan natrium silikat. Pengawetan natrium silikat adalah cairan yang kental, tidak berwarna, bening dan tidak berbau. Silika natirum dapat menutupi pori-pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat 10% selama satu bulan. Cara menjaga agar Anda juga bisa melakukannya dengan garam. Garam direndam dalam larutan garam meja (NaCl) dengan konsentrasi 25-40% selama 3 minggu.

Bagaimana, Anda tertarik beternak itik? Hasil yang kami dapatkan juga cukup bagus. Apalagi jika kita gabungkan dengan membuka bisnis kuliner, pasti akan lebih mudah. Ini panduan kami tentang cara memelihara itik, semoga bermanfaat bagi kita semua. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini dengan orang lain sehingga yang lain juga tahu cara memelihara bebek dengan baik.

Pengendalian Penyakit Budidaya Bebek untuk Pemula di Belitang OKU Timur


No comments: